Senin, 11 Mei 2015

Tentang Cinta Akhirat

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Sesungguhnya, Allah SWT "mengutus" manusia berada di muka bumi ini, tidak lain adalah, supaya manusia bisa beribadah kepada-Nya. Beribadah dengan sebenar-benarnya ibadah. Bukan ibadah dengan prinsip menggugurkan kewajiban kepada-Nya.

Ibadah yang sebenarnya itu adalah ibadah yang muncul karena rasa senang kepada-Nya. Ibadah yang dilakukan karena kita betul-betul sangat mengharapkan pertolongan dan kemurahan hati-Nya.
Ibadah yang sebenarnya adalah ibadah yang tidak disusupi oleh nafsu ingin mendapat pahala yang banyak atau karena ingin masuk surga. Ibadah yang sebenarnya adalah ibadah yang jika kita kerjakan dapat mendatangkan ketenangan, kesejukan dan kebahagiaan di dalam hati. Ibadah yang sebenarnya adalah ibadah yang menggabungkan kekuatan pikiran, hati dan rasa. Ketiga elemen itu menyatu dalam prinsip yang penting taat pada setiap apa-apa yang Dia larang dan apa-apa yang Dia perintahkan untuk kita kerjakan.

Ketahuilah, ibadah yang sebenarnya itu adalah ibadah yang dilakukan semata-mata karena kita ingin mengharap keridhoan-Nya, bukan ibadah karena kita ingin mendapat pujian, mengejar derajat, atau ibadah karena ingin meraih pahala yang berlimpah dari-Nya.

Ketahuilah, sesungguhnya ibadah yang sebenarnya itu adalah setiap amal kebajikan yang kita lakukan karena kita ingin menukar kelezatan dunia dengan kenikmatan akhirat, lantaran mengharap dan bersandar pada kemurahan-Nya. Yang demikian itulah sebaik-baiknya ibadah.

Allahu'alam Bisshowab

0 komentar:

Posting Komentar


 
;